Selamat Datang di Blognya Mahasiswa Kedokteran

Perkenalkan saya Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Saya mulai berada di fakultas ini sejak tahun 2015. Semoga apa yang telah saya bagikan mellaui blog ini dapat bermanfaat bagi kita bersama.

Kamis, 30 Juni 2016

Metabolisme Dasar


Metabolisme : keseluruhan reaksi yang terjadi di dalam sel, meliputi proses penguraian & sintesis molekul kimia yang menghasilkan & membutuhkan panas (energi) serta dikatalisis oleh enzim .
Adapun fungsi dari metabolisme :
       Untuk memperoleh energi kimia dan degradasi zat makanan yang kaya energi.
       Untuk mengubah melekul nutrien menjadi prekusor unit pembangun bagi makromolekul sel.
       Untuk menggabungkan unit‐unit pembangun ini menjadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida dan komponen sel lainya.
Ada dua jalur dalam metabolisme , yaitu :
1).  Jalur sintesis (anabolisme/endorgenik) ,  menggabungkan molekul-molekul kecil  menjadi makromolekul yang lebih  kompleks; memerlukan energi yang disuplai dari hidrolisis ATP
2).  Jalur degradatif (katabolisme/eksorgenik) , memecah molekul kompleks menjadi  molekul yang lebih sederhana; melepaskan energi yang dibutuhkan  untuk mensintesis ATP.
Metabolisme bahan makanan dibedakan menjadi :
          Absorptive-state: katabolisme ® penguraian molekul zat makanan yang besar menjadi molekul yang lebih kecil; rx oksidasi; melepaskan energi/panas; rx eksorgenik; membebaskan elektron . Di jaringan adiposa, glukosa diubah dan disimpan sebagai lemak. Asam lemak dalam bentuk kilomikron dilepaskan dalam kapiler jaringan dan membentuk triasilgliserol. Sebagian besar asam amino masuk ke dalam sel dan digunakan untuk sintesis protein, dan kelebihannya diubah menjadi karbohidrat atau lemak
          Post absorptive state/ fasted state: anabolisme ® sintesis molekul yang lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar; rx reduksi; membutuhkan energi/panas; rx endorgenik; menyerap elektron . Metabolisme yang terjadi ialah katabolisme. Setelah semua nutrien dicerna, diabsorbsi, dan didistribusikan ke sel yang berbeda-beda, kadar glukosa darah turun ® sinyal untuk mengubah keadaan dari absorptive state menjadi post-absorptive state (fasted-state). Tujuan dari fasted-state ialah mempertahankan konsentrasi glukosa dalam plasma dalam batas normal sehingga otak dan sel saraf tetap terpenuhi kebutuhannya.





0 komentar:

Posting Komentar